KOFINOLOGI

KOFIN BERSATU BERSAMA MASYARAKAT KORBAN FINTECH



REKAM-LAPOR - PIDANAKAN



Bersama Ribuan Korban Persekusi Digital,

pencemaran nama Baik, Ancaman dan Teror mari kita bersatu bersama mendesak OJK dan Kominfo untuk menutup Fintech Bodong /Ilegal yang penagihannya sudah banyak memakan KORBAN


Satukan VISI DAN MISI untuk mendesak pemerintah u mengambil SIKAP TEGAS terhadap keberadaan Fintech yang meresahkan masyarakat digital agar perekonomian, kesejahteraan, ketenangan dapat tercipta kembali seperti sedia kala



REKAM - LAPOR -  PIDANAKAN


Tiga lambang otoritas diatas merupakan lambang supremasi hukum yang mengatur mengenai pendaya gunaan FinTech di Indonesia, sekaligus sebagai Regulator bagaimana FinTech berjalan sesuai koridor Hukum yang ada


Keberadaan Fintech Di Indonesia seharusnya dapat meningkatkan daya guna masyarakat dan meningkatkan perekonomian di Indonesia


Apakah harapan tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada? ternyata tidak!


Dengan kemajuan teknologi yang didasari atas dasar kemudahan, Fintech menjadi sangat dibutuhkan masyarakat sehingga Fintech tumbuh subur di Indonesia


Bahkan OJK mencatat ada lebih dari 250 Fintech lokal maupun yang dikembangkan di negara seperti China, Vietnam dan Taiwan yang SAMA SEKALI TIDAK MEMILIKI izin OJK atau sebut saja Ilegal


Hal ini menjadikan sebuah "musibah"  baru bagi para nasabahnya yang mengalami gagal bayar / macet 


Dimulai dengan tidak jelasnya keberadaan perusahaan mereka berbanding lurus dengan ironi nasabah nya yang harus mengalami depresi, stress, putus asa, bahkan sampai mau menjual ginjal dan bunuh diri karena tidak mampu membayar bunga yang mencekik dan tinggi ( alasan bunga tinggi,adalah faktor resiko tinggi tapi keberatan disebut rentenir online)


Memang mungkin nasabahnya salah karena tdk memahami resiko meminjam di FinTech tapi apakah nilai yang mereka harus bayar sesuai dengan penderitaan dan teror yang mereka alami jika mereka terlambat atau gagal bayar??


Apakah tidak ada sebuah WIN WIN SOLUTION selain mengancam, mempermalukan dan membuat nasabahnya menderita??


Teror demi teror, mulai dari dipermalukan oleh kerabat, bahkan dikeluarkan dr kantor krn banyak kasus Debt Collector Fintech memaki maki atasannya itu hal yang sering terjadi


Tapi seolah hal yang seperti diatas adalah hal lumrah, legal dan dapat dibenarkan


Saat nasabah tersebut dikeluarkan dari kantor ( dipecat) maka dipastikan tidak akan mampu membayar tapi mereka tetap diancam untuk trus membayar oleh Debt Collector yang identitas mereka bahkan tidak jelas


LOGIKANYA dimana???


Pembenaran cara penagihan dengan menyebarkan data nasabah dan mempermalukan nasabah sehingga nasabahnya sangat menderita secara PASTI akan menyebabkan tersentuhnya para Debt Collector tersebut oleh HUKUM Pidana, perdata dan UU ITE berlaku di Indonesia


Saat ini terjadi, apakah perusahaan yang mereka bela akan melindungi mereka???  saya rasa TIDAK, mereka hanya akan dipecat, perusahaan minta maaf demi nama baik mereka LALU proses HUKUM tetap berjalan


Puluhan alasan yang biasa mereka keluarkan adalah nasabah tidak korporatif, nasabah menipu, nasabah menggelapkan uang perusahaan mereka, nasabah kabur dan alasan lainnya demi pembenaran


Tapi APAKAH MEREKA TAHU SEBABNYA??


Apa yang membuat nasabah takut atau stress adalah ulah para Debt Collector dan Perusahaan yang TIDAK MAMPU memiliki SOLUSI bagi nasabah yang macet, tidak mau mendengar bahkan menekan tanpa memperdulikan kendala nasabahnya, hanya demi menyelamatkan target dan gaji mereka ( Apakah ini disebut manusia??? )


OJK dan AFTECH Indonesia sudah mengatur SOP penagihan perusahaan FinTech tapi kenapa banyak perusahaan yang mengabaikannya?


Disinilah perlunya SUPREMASI HUKUM dan TINDAKAN yang jelas dan TEGAS dari otoritas yang berwenang, dan bukan hanya sekedar himbauan


KoFin Partner adalah Komunitas Monitor Fintech independent yang terdiri dari elemen hukum,elemen investigasi internal, elemen wartawan, elemen negosiator/eksekutor serta jalur pelaporan dugaan pidana yang akan diteruskan langsung kepada otoritas berwenang sampai kepada kepolisian


Kami juga akan membantu melaporkan langsung kepada otoritas seperti OJK, AFTECH dan YLKI serta mengumpulkan opini dan kekuatan masyarakat korban kezaliman hukum untuk  mendesak PENEGAKAN HUKUM bagi FinTech yang bekerja diluar Prosedur


Kami mengajak para nasabah Fintech yang sudah menjadi korban persekusi digital untuk bersatu dalam komunitas ini dan MELAPORKAN secara langsung dengan dukungan bukti bukti HUKUM yang VALID


Tidak ada kejahatan atau pidana yang bisa bersembunyi dibalik kebesaran sebuah perusahaan manapun


Semoga KoFinologi ini dapat menjadi renungan bagi kita bersama


LAWAN dan BANGKIT untuk berantas segala kezaliman yang menentang HUKUM dan UU Negara Republik Indonesia


Salam KoFin




Dunia cyber tidak selamanya menghasilkan hal-hal positif, sebab keahlian tersebut juga akan berpeluang terjadinya tindak kejahatan, jika dimiliki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan keahlian tersebut, seperti; penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit (carding), penipuan identitas, pornografi, pembobolan website.


Sebenarnya banyak sekali para pakar yang menjelaskan tentang pengertian cybercrime, sebut saja; The U.S. Department of Justice, Organization of European Community Development, Andi Hamzah, Eoghan Casey16 dan kebanyakan penafsiran mereka tentang cybercrime memiliki poin yang sama yaitu “The computer can be used as the tool for conducting or planning a crime”.


Namun POLRI, dalam hal ini unit cybercrime menggunakan parameter berdasarkan dokumen kongres PBB tentang The Prevention of Crime and The Treatment of Offlenderes di Havana, Cuba pada tahun 1999 dan di Wina, Austria tahun 2000, menyebutkan ada 2 istilah yang dikenal :



Cyber crime in a narrow sense (dalam arti sempit) disebut computer crime: any illegal behaviour directed by means of electronic operation that target the security of computer systemand the data processed by them.

Cyber crime in a broader sense (dalam arti luas) disebut computer related crime: any illegal behaviour committed by means on relation to, a computer system offering or system or network, including such crime as illegal possession in, offering or distributing information by means of computer system or network.


Dapat didefinisikan Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet, sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi computer dan telekomunikasi.


ANDA SEBAGAI NASABAH FINTECH MERASA BAHWA PRIVACY DATA ANDA DISALAHGUNAKAN / DISADAP SECARA ILEGAL ATAU MENJADI KORBAN PERSEKUSI DIGITAL DENGAN MENAGIH MELALUI KONTAK YANG BUKAN KONTAK DARURAT ANDA LAPORKAN!!


Email cybercrime : cybercrime@polri.go.id



atau laporan dapat melalui :
pengaduankofin@gmail.com



Untuk kami tindak lanjuti berkordinasi dengan bareskrim dan Cyber Crime




UNTUK MEMUDAHKAN ANDA MENDAPATKAN SITUS KAMI TANPA MELALUI BROWSER, SAAT INI ANDA DAPAT MENDOWLOAD SITUS INI MELALUI APLIKASI KOFIN